Saturday, May 26, 2012

Hutan Wanagama


Wanagama, nama yang berasal dari kata wana = alas atau hutan dan gama akronim dari gajah mada, sebuah kawasan hutan lindung seluas 600 hektar di wilayah kabupaten Gunungkidul. Luas Wanagama meliputi empat desa di dua kecamatan yang berbeda, yakni kecamatan Patuk dan Playen. Hutan yang ikut serta berperan menghijaukan Gunungkidul ini mulai dirintis pada tahun 1964 oleh Prof. Oemi Hani'in Suseno, salah satu akademisi Universitas Gajah Mada yang dengan sukarela menggunakan uang pribadinya untuk memulai proyek penghijauan ini. Langkah yang telah dirintis oleh Prof. Oemi ini mendapat sambutan positif berbagai pihak sehingga kini lahanya menjadi seluas 600 hektar. 

Kawasan Hutan Wanagama mempunyai kekayaan Flora dan Fauna. Berbagai tanaman dari beberapa daerah dapat dijumpai di sini. Lengkapnya ada sekitar 550 jenis tanaman. Di antaranya, pohon akasia, pohon yang banyak digunakan dalam industri kertas, Pohon Kayu putih, sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih, Pohon pinus yang biasanya dijumpai di Sumatera, Pohon Eboni yang berasal dari Sulawesi, pohon Murbei, pohon wangi dan Pohon Jati. Salah satu di antara pohon jati di hutan ini mempunyai sejarah yang tentu saja membanggakan. Pohon ini di tanam oleh Pangeran Charles saat beliau berkunjung pada tahun 1989. Selain itu aneka fauna hidup tenteram di kawasan hutan lindung yang saat ini menjadi pusat penelitian fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Berbagai repilia khas penghuni hutan, unggas dan kera. 

Di dalam kawasan hutan Wanagama dibangun sebuah aula atau pendopo yang sering digunakan untuk berbagai acara dan sebagai tempat peristirahatan para wisatawan. Terdapat juga tempat perkemahan dengan sarana pendukung yang cukup lengkap seperti air yang bersih untuk MCK, listrik, dan keamanan yang terjamin. 

Hutan lindung yang dialiri tiga sungai (kalii Oya, Sendang Ayu, dan Banyu Tibo). Sungai yang menyuplai kebutuhan air bagi penghuni kawasan hutan lindung yang juga berfungsi sebagai hutan wisata ini. Hutan Wanagama, sebuah kawasan yang mencerminkan bentuk kepedulian kepada alam, fasilitas wisata, dan penunjang ekonomi masyarakat sekitar. 

Kawasan ini mempunyai koleksi lebih dari 550 jenis tanaman hutan. Di dalamnya terdapat pula beragam jenis binatang unggas, kera, serta binatang reptilia khas penghuni hutan. Di sini dibangun pula gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang kuliah maupun berbagai acara lainnya. 



Hargodumilah ("Bukit Bintang")


Hargodumilah, atau seing disebut sebagai "Bukit Bintang", merupakan suatu tempat di mana terhampar pemandangan kota djogja dan sekitarnya dari sini. Eksotisme yang terpampang di sela-sela perjalanan akan memaksa setiap orang untuk berhenti sejenak, menikmati luasnya mata memandang.

Pada saat siang hari, di mana sang mentari masih setia memandangi bumi Gunungkidul, Gunung Merapi,Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri tegak memamerkan keindahan di kejauhan sana. Dan takkan mengecewakan saat mengunjungi Hargodumilah di kala senja menyapa. Sunset di atas kota djogja tersenyum manis menggelorakan jiwa. Keindahan tanpa henti meski sang surya tak lagi mengudara karena kerlap-kerlip kota Yogyakarta datang menggantikan lengsernya sang senja yang terlelap di peraduannya.
Sunset kala senja di atas kota Djogja

Teropong kota Djogja dari Bukit Bintang, foto by : Arif
Bukit Hargodumilah merupakan salah satu pesona Gunungkidul yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ruas jalan di bukit ini diperluas sebagai arena parkir para pengunjung yang ingin mendalami keindahan dari bukit yang berbatasan dengan kabupaten Bantul ini. Bagi para pengunjung, jangan khawatir karena tidak membawa bekal, karena di kawasan Hargodumilah sudah berjejer mulai dari warung-warung kecil sampai restoran dengan nuansa romantis yang menyediakan kebutuhan kuliner anda.

Hargodumilah, tempat bagi anda yang ingin melepas sejenak beban setelah seharian beraktifitas. Sebuah tempat yang akan kembali menyegarkan jiwa dan hati. Bagi yang berasal dari luar Gunungkidul, bukit hargodumilah dapat dicapai melalui jalur berikut : 

Dari kota jogja menuju Jl. Jogja-Wonosari --> Pasar Piyungan lurus, jalan mendaki --> Tikungan Bokong Semar --> Hargodumilah. Jarak Jogja - Hargodumilah kira-kira 20 km.


sumber : http://www.wisatagunungkidul.com/2010/05/hargodumilah-bukit-bintang-gunungkidul.html

Gunung Nglanggeran


GUNUNG NGLANGGERAN
GUNUNG NGLANGGERAN 
GUNUNG NGLANGGERAN 
Gb.Dinding bukit NGlanggeran yang tegak 90 derajat

Gunung NGlanggeran yang sering dijuluki Gunung Berapi Purba merupakan wisata alam kaya potensi ciptaan dan karunia Allah SWT kepada kabupaten Gunungkidul khususnya dan DI Yogyakarta pada umumnya.Lokasi Gunung NGlanggeran yang terletak di desa NGlanggeran kecapaman Patuk Gunungkidul bisa ditempuh darai beberapa jalur .Jalur pertama bila kita berasala dari kota Yogyakarat maka sampai di perempatan Ptuk belok ke kiri melewati desa Patuk ,desa NGoro-oro baru kemudian diperempatan NGoro-Oro belok ke kanan .

Jalur kedua dari jembatan Kalipentung Patuk belok ke kanan menuju lokasi sedangkan jalur ke tiga lewat Sambipitu belok ke kiri melewati SMA N Patuk terus sekitar 6 km.Untuk jalur ke tiga ini jalan agak menanjak sehingga perlu kehati-hatian dan kewaspadaan bagi pengendara mobil atau motor.

Bila kita melewati jalur pertama maka akan melalui deretan pemancar Televisi yang ada di desa NGoro-Oro dengan keindahan alamnya yang menawan khususnya diareal persawahan dan pematang yang membentang disekitarnya.Pada jalur ketiga lewat Sambipitu kita bisa mampir di desa Wisata Bobung dimana lokasi ini terdapat pengrajin-pengrajin dari bahan kayu yang bisa kita kunjungi dan sekaligus berbelanja untuk cendera mata.

Gunung NGlanggeran sendiri merupakan gunung dengan ketinggian sekitar 300 meter yang bisa kita daki sampai puncaknya.Sebelum kita mendaki dipintu masuk setiap pendaki akan dikenai restribusi sebesar tia ribu rupiah perorang 9 bulan Desember 2011 ) .Lokasi parkir untuk sepeda motor dan mobil juga tersedia dengan tarif seribu rupiah untuk sepeda motor dan lima ribu rupiah untuk kendaraan roda empat.

Setelah kita membeli karcis kita bisa naik menuju puncak dengan melewati jalan setapak dan lorong-lorong gunung dan yang terkenal adalah lorong Sumpitan.Untuk melewati lorong Sumpitan ini kita harus berjalan satu-satu karena jalannya hanya cukup untuk satu orang.Ada dua tangga dari kayu yang berada di lorong Sumpitan ini.

Sebelum sampai ke puncak NGlanggeran ada tempat untuk menikmati pemandangan ( Gardu Pandang ) sambil istirahat sejenak dan menikmati kota Yogyakarta dari kejauhan.Setelah dari Gardu Pandang kita menyusuri jalan setapak dengan pepohonan baik kecil maupun besar.Sesampi di puncak gunung NGlanggeran kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah selain udara yang agak sejuk dan angin yang bertiup menghilangkan keringat dan kepenatan kita.

Dari puncak utama kita bisa menikmati kita Yogyakarta ,dan juga kota Wonosari dari kejauhan.Ada tempat yang datar selain batu cadas yang bisa kita pakai untuk istirahat menikmati pemandangan ciptaan Allah SWT atau bagi yang membawa tenda bisa mendirikan tenda untuk berteduh atau kerkemah.

Selesai menikmati puncak gunung NGlanggeran sewaktu kita turun agar lebih berhati-hati karena ada beberapa tempat yang licin dan agak curam.Sesampai di bawah dilokasi pembelian tiket kita bisa menggunakan kamar MCK untuk mandi maupun keperluan yang lain.

Demikian sekilas wisata alam gunung NGlanggeran ciptaan Allah SWT semoga menjadi salah satu alternatif wisata alam di Gunungkidul maupun DI Yogyakartan dan sekitarnya.

sumber : http://www.wonosari.com/t9069-wisata-alam-nglanggeran-patuk-gunungkidul-bukti-kebesaran-allah-swt

Gua Pindul

Daftar dan lokasi Wisata Goa di Jogja-Cavibng, cave tubing di jogja


Jogjakarta memiliki banyak wisata alam diantaranya wisata susur goa atau caving. Wisata gua di jogja sebagian besar berada di kabupaten Gunungkidul dan kabupaten Bantul. Sebanyak 25 gua dari 489 gua yang ada di Gunungkidul telah ditelusuri dan berpotensi untuk ditawarkan sebagai paket ekowisata atau wisata berbasis lingkunga. Berikut daftar obyek wisata Gua di Jogja yang dapat dikunjungi sebagai wisata minat khusus. Goa cerme yang terletak di bantul, Goa Pindul terletak di desa Beji Karang Mojo Gunung kidul, Goa kalisuci yang terletak di dusun jetis pacrejo Gunungkidul, Gua Jomblang lebih dikenal dengan nama Luweng Jomblang – Grubug. Goa goa tersebut memiliki daya tarik yang unik dan memiliki suasana alam yang exotik. Untuk menuju lokasi Goa lebih menarik alagi akalu sambil bersepeda onthel menikmati pemandangan alam menuju lokasi wisata Goa.

Mengintip Potensi Objek Wisata Alam di Gunung Kidul


Mengintip Potensi Objek Wisata Alam di Gunung Kidul



REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya memiliki potensi objek wisata alam beragam. Objek itu meliputi kawasan pantai, gua bawah tanah dan pegunungan karst.


Hal ini diungkapkan Bupati Gunung Kidul Hj Badingah ketika menerima audensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Yogyakarta, di kantornya Wonosari, Kamis. 


Menurut dia, Gunung Kidul memiliki objek wisata alam unggulan berupa 46 kawasan pantai yang terbentang dari timur hingga barat wilayah kabupaten itu sepanjang 70 kilometer.


Setiap objek wisata pantai di Gunung Kidul, menurutnya,  memiliki karakteristik dan keunikan sendiri. Selain itu, kawasannya masih alami seperti Pantai Baron yang merupakan pintu gerbang masuk kawasan objek wisata pantai di kabupaten ini.


Wilayah ini juga memiliki 400 gua di bawah tanah yang di dalamnya mengalir sungai menuju pantai selatan, dan sebagian menjadi objek wisata alam yang diunggulkan, di antaranya objek wisata susur Gua Pindul, Gua Kali Suci dan sebagainya.


"Sejumlah objek wisata alam tersebut saat ini dikelola oleh kelompok masyarakat desa setempat, dengan harapan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,"katanya.


Menurut dia, pemerintah kabupaten mendorong kelompok masyarakat setempat untuk bisa mengelola objek wisata alam yang ada di desanya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat desa setempat meningkat kesejahteraannya.


sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/12/04/06/m20v77-mengintip-potensi-objek-wisata-alam-di-gunung-kidul

Wisata Gunungkidul

Wisata Alam
  • Hutan Tleseh
  • Hutan Wanagama
  • Hutan Sodong
  • Hutan Bunder
  • Kali Suci
  • Hargodumilah
  • Gunung Nglanggeran
  • Gunung Gambar
  • Gunung Batur
  • Sumber Ponjong
  • Watulawang Resort
  • Watu Dakon
  • Waduk Beton
  • Lembah Ngingrong
Wisata Pantai
  • Pantai Sundak
  • Pantai Baron
  • Pantai Ngobaran > Rute Menuju Pantai Ngobaran
  • Pantai Sepanjang
  • Pantai Ngrenehan
  • Pantai Wedi Ombo
  • Pantai Kukup
  • Pantai Krakal
  • Pantai Drini
  • Pantai Siung
  • Pantai Timang
Wisata Gua
  • Gua Seropan
  • Gua Grubug
  • Gua Rancang
  • Gua Bribin
  • Gua Jomblang
Wisata Seni dan Budaya
  • Rasulan
  • Campur Sari
  • Topeng Bobung
  • Gejog Lesung
  • Rinding Gundeng
Wisata Kuliner
  • Belalang
  • Tiwul
  • Daftar Restoran/Rumah makan di Gunungkidul
  • Gatot
  • Angkringan
  • Ayam Goreng Pak Parman
  • Lesehan
  • Sego Abang
  • Tempe Bungkil
Hotel/Penginapan 
  • Daftar Hotel di Gunungkidul
  • Hotel di Pantai Baron
Wisata Sejarah
  • Museum Radio Banaran
  • Situs Gunung Bang
  • Situs Nandi Baron
  • Situs Gondang
  • Candi Wiladeg
Wisata Religi/Spiritual
  • Masjid Agung Al-Ikhlas
  • Mbang Lampir
  • Makam Ki Ageng Giring Sodo
Pusat Oleh-Oleh Khas Gunungkidul

Pantai Perawan Asli Gunungkidul


Kabupaten Gunungkidul, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Wonosari. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di barat. Kabupaten Gunungkidul terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Wonosari. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Sebagian wilayah Gunungkidul merupakan daerah tandus, dimana pada musim kemarau sering terjadi bencana kekeringan.Mungkin dari yang kita kenal Gunungkidul daerah tandus tapi dibalik itu semua Gunungkidul mempunyai potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, terutama wisata pantai

Anda tentunya sudah mengenal Yogyakarta, soal pantai pastilah anda tahu tentang Parangtritis dan Depok. Memang kedua pantai tersebut memiliki daya tarik tersendiri, apalagi parangtritis, memiliki cerita yang legendaris terkait dengan cerita Nyi roro kidul tentunya. Tapi pernahkah anda dengar wisata pantai di daerah Gunung Kidul?. Salah satu kabupaten di propinsi DIY ini sebenarnya memiliki potensi wisata pantai yang tak kalah menarik, disana berderet lokasi-lokasi pantai dengan panorama masing-masing yang berbeda satu sama lain, sehingga tidak melihat suasana pantai yang itu-itu aja.

Sebut saja mulai dari pantai sundak, pantai krakal, pantai kukup dan pantai baron yang terkenal dengan pelelangan ikannya. Itu baru sebagian pantai yang sudah terkelola dengan baik, belum lagi pantai-pantai kecil yang masih belum banyak terjamah oleh wisatawan. Pantai krakal contohnya, memiliki bibir pantai yang cukup lebar dengan pasir berwarna putih dan ombak yang relatif tenang akan membuat anda merasa nyaman dan pemandangan yang masih alami akan membuat anda melupakan sejenak kesibukan kerja.

Dari kota Yogyakarta memakan waktu +/- 2-2,5 jam untuk mencapai kawasan pantai tersebut. Namun jangan khawatir sepanjang perjalanan anda akan menikmati pemandangan alami berupa bukit kapur putih di saat musim kemarau dan bukit hijau saat musim penghujan. Untuk bisa menikmati wisata pantai yang nyaman dan tenang, pastikan anda memilih waktu kunjunagn di luar musim puncak liburan.

pantai krakal



pantai kukup






pantai drini





pantai baron

http://img46.imageshack.us/img46/1024/wbaron0.jpg

pantai ngobaran

http://img535.imageshack.us/img535/4027/wngobaran1.jpg

pantai ngrenean

 

pantai wediombo




pantai sundak





pantai siung





pantai sepanjang

http://img35.imageshack.us/img35/8018/wsepanjang1.jpg

pantai nguyahan

http://img7.imageshack.us/img7/1985/wnguyahan1.jpg

pantai ngungap



http://img696.imageshack.us/img696/6227/wngungap1.jpg

berikut ini saya paparkan juga alat transportasi menuju lokasi
1. Jalur darat : Bis bisa digunakan untuk menuju ke objek wisata ini, bagi juragan yang berasal dari kota jogja bisa langsung menuju terminal giwangan(jogja) kemudian disambung lagi dengan bus jurusan Wonosari, setelah sampai di terminal wonosari juragan bisa naik lagi bus ke arah tanjung sari, tepus dan sekitarnya karena pantai2 tersebut berada di kecamatan tersebut. Selain bis juragan bisa menggunakan kereta api turun di stasiun tugu, kemudian dilanjutkan ke terminal giwangan, kemudian dilanjutkan ke rute yang sudah ane sebutin di atas

2. Jalur udara : Selain jalur darat di atas kita juga bisa menggunakan pesawat dengan tujuan Bandara Adi Sucipto, kemudian dari bandara agan bisa naik trans jogja ke jurusan terminal giwangan, kemudian dilanjutakn dengan rute seperti diatas



Untuk melihat gambar-gambar mengenai pantai-pantai di Gunungkidul dapat dilihat di sini :
http://pesonagunungkidul.com/ 

sumber: http://www.lihatberita.com/2010/05/pantai-pantai-perawan-asli-gunung-kidul.html